AJUKAN PINJAMAN MODAL MUDAH UNTUK UMKM? PADI UMKM JAWABANNYA!

UMKM dari masa ke masa selalu menghadapi masalah yang sama, yakni kesulitan dalam akses memperluas akses pasar mereka dan juga masalah akses peminjaman modal kepada lembaga keuangan perbankan.

Padahal UMKM selama ini sudah memberikan sumbangsih yang cukup besar bagi perekonomian Indonesia. Bisa dikatakan UMKM menjadi salah satu pilar terbesar di bidang perekonomian Indonesia.

Apabila UMKM runtuh, maka ekonomi Indonesia akan mengalami penurunan yang sangat drastis. Hal ini didasarkan pada fakta bahwa 99,1% usaha yang ada di Indonesia tergolong ke dalam kategori UMKM.

Dengan angka tersebut, berarti hanya sekitar kurang dari 1% perusahaan yang telah berhasil mencapai kategori perusahaan besar. Sisanya hanya berada pada kategori kecil ataupun menengah.

UMKM pun memiliki daya tahan yang cukup kuat pada saat-saat yang tidak menentu. Hal ini terbukti dari kejadian krisis moneter pada tahun 1997-1998. Pada saat itu, banyak perusahaan besar runtuh. Namun, UMKM malah lebih menjadi sosok yang menerjang badai dan menyelamatkan perekonomian Indonesia pada kala itu.

Oleh karenanya, UMKM haruslah mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah atas permasalahan-permasalahan yang mereka hadapi selama ini.

Pemerintah pada era reformasi pun telah berulang kali memberikan solusi bagi permasalahan UMKM. Tidak satu pun dari mereka yang bisa memberikan solusi yang tepat.

Namun, langkah-langkah tersebut harus diapresiasi karena telah menunjukan niat baik pemerintah terhadap sektor penting dalam perekonomian di Indonesia.

Pada tahun 2015, UMKM mendapatkan kabar gembira karena Bank Indonesia mengeluarkan ketentuan yang mewajibkan setiap lembaga keuangan perbankan harus mengalokasikan 5-20% dana mereka untuk pembiayaan modal UMKM.

Setelah berjalan beberapa tahun, aturan ini kembali direview karena hanya mampu memberikan pinjaman kepada 25% UMKM yang ada di Indonesia. Angka UMKM di Indonesia memang sangatlah tinggi, tercatat sudah ada total 64 juta UMKM yang ada di Indonesia.

Oleh karena itu, pemerintah menginginkan peminjaman modal yang lebih mudah lagi bagi UMKM yang ada di Indonesia.

Pemerintah pun meluncurkan situs PaDi UMKM atau Pasar Digital UMKM pada tanggal 17 Agustus 2020. Hal ini tentu saja bertepatan dengan HUT RI yang ke-75 sekaligus menjadi kado bagi UMKM yang ada di Indonesia.

Para pelaku UMKM dapat menikmati akses pasar yang lebih luas dengan bergabung di PaDi UMKM. Mereka bisa berjualan kepada konsumen masyarakat luas dan juga kepada pihak BUMN.

BUMN pun diwajibkan untuk bertransaksi kepada UMKM melalui PaDi UMKM. Hal ini merupakan salah satu bentuk kontribusi BUMN kepada UMKM.

Selanjutnya, PaDi UMKM memberikan fitur ajukan pinjaman kepada UMKM yang ingin mengajukan pinjaman modal ketika mereka mendapatkan transaksi dari pihak BUMN.

Untuk nilai transaksi berada di angka minimal Rp12 juta. Nantinya, pengajuan pihak UMKM akan dilihat terlebih dahulu oleh pihak peminjam. Setelah dinilai layak, maka akan dikirimkan ke rekening perusahaan UMKM tersebut.

Setelah transaksi dengan BUMN selesai, dana yang dibayarkan oleh pihak BUMN kepada Anda secara otomatis akan terpotong senilai dengan pinjaman yang Anda ajukan.

Nantinya dana ini akan dikembalikan kepada pihak peminjam.

Mudah sekali bukan? Ayo bergabung dengan PaDi UMKM sekarang juga!