Alasan Mengapa Hunian Dekat Pantai Kini Banyak Diminati

Mengembangkan kawasan hunian di dekat pantai memiliki sejumlah keuntungan. Dari aspek kesehatan, udara di tempat hunian dekat laut jauh lebih sehat dibandingkan tempat hunian di perkotaan. Menurut Direktur Properti PT Pembangunan Jaya Ancol Winarto, kawasan hunian yang dibangun perusahaannya sudah memiliki tata air yang sangat terencana. 

Air yang datang tidak akan menggenangi kawasan hunian karena drainase yang dibuat didasarkan pada gravitasi. Air akan mengalir dari tempat yang lebih tinggi ke tempat rendah. 

Untuk menguatkan sistem itu, pihaknya juga telah menyiapkan banyak pompa air bila sewaktu-waktu datang banjir air pasang. Pompa tersebut akan langsung membuang air ke tempat yang seharusnya. Dengan begitu, kawasan perumahan dan tempat wisata tidak akan terendam air dalam waktu lama. Letak kawasan hunian yang dibangun di kawasan Ancol ini tidak terlalu jauh dengan tempat wisata yang telah ada. 

Namun, kenyataannya masyarakat masih mengidentikkan Ancol sebagai tujuan wisata di Jakarta daripada kawasan hunian. Padahal, tempat hunian yang dibangun di Ancol sangat berkelas. Saat ini, PT Pembangunan Jaya Ancol tengah mengembangkan kluster baru yang mengambil konsep teduh di tepi hutan tapi di pinggir laut. 

Untuk kepentingan itu, PT Pembangunan Jaya Ancol tengah mengembangkan sebuah kawasan yang banyak ditumbuhi pepohonan. Produk ini persembahan kami kepada konsumen yang terpilih. Dia optimistis kawasan hunian di Ancol akan terus menjadi pilihan utama bagi masyarakat. Lokasi kawasan hunian Ancol sangat strategis, yakni terletak tidak jauh dari pusat pasar modern atau sekitar 15 menit perjalanan dari pusat Jakarta. 

Selain itu, Ancol juga telah menjadi salah satu pelabuhan penyeberangan menuju Kepulauan Seribu atau Pulau Bidadari. Desain rumah yang dikembangkan di kawasan hunian Jaya Ancol adalah tropikal modern. Desain seperti itu sengaja dipilih untuk menyesuaikan iklim Indonesia yang tropis. 

Selain itu, penghuni rumah juga bisa menghemat energi karena desain ini membuat aliran udara dan pencahayaan menjadi lebih baik. Harga rumah yang ditawarkan di kawasan itu berkisar antara Rp1,8 miliar hingga Rp8 miliar per unit. Setiap kluster di kawasan hunian memiliki luas yang berbeda, mulai tiga hingga enam hektare. 

Masing-masing kluster memiliki drainase yang telah direncanakan. Air pasang tidak akan bisa masuk ke dalam kluster.  PT Pembangunan Jaya Ancol sebagai pengembang properti di wilayah Ancol juga menyediakan fasilitas dan sarana olahraga bersepeda berupa jalur sepeda yang memiliki panjang rute sekitar 15 km. Jalur tersebut menyusuri wilayah properti dan rekreasi Ancol Taman Impian dan dilengkapi dengan berbagai petunjuk yang memenuhi standardisasi lintasan bersepeda yang aman. 

Pantai Mutiara, Hunian Tepi Pantai Fasilitas Premium

Bagi penghuni yang memiliki hobi berlayar, pengembang telah menyediakan dermaga speed boat yang terletak tidak jauh dari tempat hunian. Speed boat dikelola oleh pengembang agar dapat beroperasi maksimal. Selain di Ancol, kawasan hunian dekat pantai juga dikembangkan oleh PT Intiland Development Tbk di kawasan Pantai Mutiara, Pluit. 

PT Intiland Development selaku salah satu pengembang properti terkemuka di Indonesia menyadari cukup banyak masyarakat, terutama di Jakarta yang menginginkan tinggal di kawasan pantai yang nyaman, aman, dan didukung panorama dan lingkungan laut yang indah. Selain itu, dengan semakin sibuknya kegiatan di Kota Jakarta, masyarakat memerlukan rumah yang dapat “membuang” segala kepenatan. 

Guna memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut, Intiland membangun sebuah konsep perumahan pantai yang bernama Pantai Mutiara. Alasan penting lainnya adalah karena di negara lain, pantai merupakan “wajah” dari sebuah negara untuk menyambut kedatangan negara lain. Karena berfungsi sebagai “wajah”, maka siapa pun memiliki kewajiban untuk memperindahnya. 

Dengan begitu memberikan image yang baik sekaligus memberikan penyambutan yang baik kepada negara lain yang berkunjung ke negara kita. Dia menjelaskan, pada dasarnya desain rumah di Pantai Mutiara bisa disesuaikan dengan gaya dan model yang diinginkan konsumen. Konsumen kelas atas cenderung memiliki keinginan sendiri-sendiri sesuai kemampuan masing-masing.

Untuk tipe standar yang dikembangkan adalah tipe penthouse suites dengan nama The Canary. Tipe ini untuk mengakomodasi kebutuhan konsumen yang lebih memerlukan kepraktisan dan keleluasaan dalam memilih tempat tinggal di tepi pantai. Selain itu perusahaan juga mengembangkan Apartemen Pantai Mutiara, empat tower apartemen yang menyediakan 384 unit apartemen dan 10 penthouse. Pengembangan apartemen dilakukan untuk menyediakan lebih banyak hunian di lahan yang semakin terbatas. 

Pantai Mutiara merupakan sebuah kawasan perumahan kelas atas yang ditujukan bagi konsumen yang mengutamakan sebuah hunian dengan lingkungan yang nyaman, aman, dan didukung berbagai fasilitas untuk memperoleh kualitas hidup yang lebih baik. Jadi, selain menawarkan lingkungan yang bersih dan aman, Pantai Mutirara juga menyajikan panorama yang indah dan gaya hidup yang sehat dan berkelas. 

Para penghuni memperoleh akses langsung ke laut lepas dan dapat menikmati udara segar setiap hari. Kawasan Pantai Mutiara dilengkapi berbagai fasilitas pendukung. Mulai sports club, dermaga, dan sebuah kanal yang terhubung langsung dengan Laut Jawa.  

Selain itu PT Intiland Development selalu memperhatikan aspek lingkungan dalam setiap pembangunan proyeknya di seluruh Indonesia. Pembangunan Pantai Mutiara dibangun sesuai aturan maupun ketentuan analisa mengenai dampak lingkungan (amdal) dan ketentuan teknis maupun nonteknis dari berbagai pihak otoritas yang terkait. 

Saat ini, harga tanah di Pantai Mutiara berkisar antara Rp7 juta sampai Rp10 juta per meter persegi, tergantung lokasi. Untuk apartemen, harga berkisar antara Rp14 juta sampai Rp17 juta per meter persegi. Untuk mendapatkan review yang lengkap mengenai apartemen Pantai Mutiara, dapat mengunjungi link berikut ini https://www.rumah.com/detil-properti/perumahan-pantai-mutiara-4103 

Semoga bermanfaat 🙂