Inilah Cara Setor Pajak Online Dengan Mudah!

Dengan kecanggihan teknologi yang terus berkembang setiap tahunnya, DJP juga telah melakukan inovasi besar dengan menyediakan layanan setor pajak online. Untuk memudahkan wajib pajak melakukan pembayaran pajak dengan lebih mudah, DJP telah menggandeng beberapa platform, salah satunya Klikpajak.id. Ingin tahu cara setor pajak melalui Klikpajak.id? Simak uraian selengkapnya berikut ini!

1. Siapkan Perhitungan Besaran Pajak

Sebelum menyetorkan pajak secara online melalui Klikpajak.id, setiap wajib pajak sudah harus melakukan perhitungan besaran pajak yang akan dibayarkan. Untuk melakukan perhitungan besaran pajak, tidak dapat sembarangan. Pasalnya terdapat berbagai aturan yang harus ditetapkan untuk setiap tingkatan besaran pendapatan.

Proses perhitungan pajak ini disarankan menggunakan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT). Untuk SPT ini memiliki beberapa jenis yang penggunaannya disesuaikan dengan jumlah penghasilan yang didapatkan. Rumus perhitungannya pun juga berbeda-beda. Sehingga, untuk melakukan perhitungan ini diperlukan keahlian khusus, agar tidak terjadi kesalahan di kemudian hari.

2. Kunjungi Website Resmi Dari Klikpajak.id.

Untuk proses setor pajak online ini wajib pajak bisa menggunakan jasa dari Klikpajak.id. Platform ini telah menjadi rekan dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk mempermudah masyarakat dalam pelaporan dan penyetoran pajak. Selain itu, Klikpajak.id juga selalu diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam setiap tindakan dan kebijakannya.

Untuk mengakses website resmi dari Klikpajak.id ini, bisa melalui search engine Google dengan kata kunci Klikpajak.id. Bagi wajib pajak yang merasa bingung untuk mengakses website Klikpajak.id melalui Google.

3. Tekan Menu “Menunggu Pembayaran”

Setelah masuk pada laman resmi dari DJP, wajib pajak bisa menekan menu “Menunggu Pembayaran”. Menu tersebut digunakan untuk melihat kode ebilling yang dimiliki oleh setiap wajib pajak. Dan pastikan kode tersebut sama dengan kode yang sudah didaftarkan sebelumnya.

Setelah kode billing tersebut tepat, selanjutnya bisa klik menu “Bayar Pajak”. Menu ini berfungsi untuk mengarahkan wajib pajak menggunakan layanan dana digital apa yang akan digunakan untuk pembayaran.

4. Klik “Pilih Metode Bank”

Setelah menekan menu “Bayar Pajak”, maka wajib pajak harus menambahkan NTPN (Nomor Transaksi Penerimaan Negara) yang sudah diberikan saat pendaftaran akun ebilling. Kode nomor NTPN ini terdiri dari 16 digit dengan kombinasi antara huruf dan angka. Pastikan kode NTPN tersebut telah dicantumkan dengan benar dan sesuai.

Ketika sudah selesai, silahkan atur tanggal yang digunakan untuk pembayaran pajak. Kemudian, unggah bukti NTPN tersebut pada kolom yang telah disediakan. Hal ini digunakan sebagai bukti pendukung atas kesesuaian antara kode NTPN dengan identitas wajib pajak.

5. Pilih Menu “Siap Bayar”

Ketika NTPN sudah selesai, maka wajib pajak bisa klik menu lanjutkan. Setelah itu, akan muncul pada layar mengenai kapan waktu pembayaran. Jika pembayaran dilakukan saat itu juga, klik menu “Siap Bayar”. Kemudian tekan tombol dropdown yang ada disamping, dan isi dengan “Bayar Pajak”.

Untuk sistem pembayaran yang cepat dan aman sebaiknya melalui dana digital yang dimiliki oleh wajib pajak. Maka klik menu “Bayar dengan Virtual Account”. Kemudian sistem akan melakukan verifikasi data terlebih dahulu. Ketika pengajuan tersebut berhasil, maka wajib pajak akan dihadapkan pada halaman website “Pilih Metode Bank”. Tentukan cabang bank mana yang akan digunakan untuk pembayaran.

Dalam halaman website ini wajib pajak harus memperhatikan beberapa hal penting sebelum melanjutkan pada langkah selanjutnya. Adapun hal penting yang harus diketahui oleh wajib pajak tersebut yakni:

  • Unduh SSP. Pada halaman tersebut di bagian kanan atas ada simbol Simbol tersebut digunakan untuk mengunduh SSP yang bisa dijadikan bukti pembayaran.
  • Perhatikan detail transaksi. Sebelum melanjutkan langkah selanjutnya, perhatikan dengan benar detail pembayaran tersebut.

6. Pilih Virtual Account Bank Yang Diinginkan

Setelah itu, wajib pajak memilih menggunakan jasa bank mana untuk proses pembayaran atau penyetoran pajak. Tak lama kemudian, setelah wajib pajak memilih bank yang digunakan untuk pembayaran, wajib pajak akan menerima email balasan. Isi email tersebut adalah detail transaksi dari penyetoran pajak ini.

Dalam tahapan setor pajak online ini, pastikan nomor dan nama pemilik rekening sudah sesuai. Serta besaran nominal yang harus dibayarkan juga harus sesuai. Dan wajib pajak bisa segera melakukan transfer sesuai dengan nominal yang harus dibayarkan.

7. Tunggu Proses Verifikasi Pembayaran

Setelah melakukan transfer, maka wajib pajak harus menunggu selama beberapa menit untuk proses verifikasi. Ketika transaksi berhasil, maka wajib pajak akan mendapatkan email berupa bukti penerimaan negara (BPN) yang juga akan muncul pada halaman website ini. Sebaiknya, wajib pajak mengunduh BPN tersebut yang nantinya bisa dijadikan bukti apabila dikemudian hari terjadi masalah.

Itulah beberapa tahapan setor pajak online yang harus dilakukan wajib pajak untuk membayar tagihan pajak yang dibebankan. Sebaiknya, bayarlah pajak tepat pada waktunya. Agar tidak terkena sanksi apabila terlambat melakukan pembayaran ataupun pelaporan pajak tersebut.